Amalan Pengasihan Pengasihan Agar Hubungan Rumah Tangga Langgeng Hingga Akhir Hayat

Bicara soal pernikahan. Pasangan yang sudah menikah selama beberapa tahun tidak menjamin adanya hubungan yang langgeng hingga ajal menjemput. Ada yang pernikahan baru berjalan 1 hingga dua tahun, keduanya bercerai. Yang patut disayangkan lagi, rumah tangga yang sudah terjalin belasan hingga puluhan tahun. Pada ujungnya harus berakhir pada perceraian.

Karena itu, pada kesempatan yang baik ini, Saya akan berbagi amalan pengasihan untuk menjaga hubungan asmara agar selalu langgeng.

Yang perlu Anda lakukan yaitu, setiap malam jangan pernah tidur lebih dahulu sebelum suami/istri Anda tertidur. Ketika suami atau istri Anda tertidur pulas. Mendekatlah ke arahnya, bacalah wirid “Ya hafidzu” sebanyak 111 kali. Sembari memegang menyentuh telinga istri/suami Anda.

Lakukan amalan tersebut secara istiqomah setiap malam. Atas izin Tuhan yang Maha Pengasih. Hubungan rumah tangga akan selalu dalam kedamaian. Jauh dari pengkhianatan. Kalaupun terjadi perselisihan, itu akan menjadi bumbu pemanis hubungan rumah tangga anda.

Satu catatan untuk kita semua. Bahwa menjaga hubungan rumah tangga agar tetap harmonis adalah perkara yang tak mudah. Banyak sekali permasalahan yang berujung pada perceraian.

Bahkan mereka yang menikah lebih dari 40 tahun pun bisa bercerai. Lantas. Apa sebabnya hubungan yang sudah terjalin lama. Tapi justru kandas di masa ke-emas-an. Biasanya penyebabnya adalah:

  1. Berkurangnya Kedekatan Emosional

Hampir 80% pasangan berumur 50 tahun selingkuh karena tidak lagi mendapat kedekatan emosional bersama pasangannya. Hal tersebut yang membuat si pasangan mulai mencari seseorang yang dapat memberikan kenyamanan dan kedekatan emosional.

  • Kebosanan dan Rasa Penasaran

Bagi perempuan berumur 40 tentu berhubungan seks tidak menjadi hal yang menggairahkan. Pada umur tersebut wanita akan memasuki masa menopouse dimana usia tidak lagi produktif dan gairah seks menurun.

Sebaliknya, Pada umur 40 justru seorang pria masih memiliki rasa ingin berhubungan intim dengan ‘gaya baru’. Hal tersebut terjadi karena pria tidak pernah mengalami masa berhenti berhubungan intim sebelum benar-benar tua renta.

Permasalahan ini pun muncul ketika pria mengalami bosan karena tidak bisa merasakan ‘nikmat’ dengan pasangannya yang sudah tidak bergairah. Akhirnya rasa penasaran dengan hal-hal baru berbau keintiman pun terjadi.

Masalah ini akan terus berlanjut hingga menemui titik puncaknya yakni menemukan seseorang yang dapat ‘digunakan’ untuk menyalurkan hasrat seksual. Atau bahkan mencari alat bantu seks yang dapat memuaskannya.

  • Memasuki Puber Kedua

Bukan hanya ketika remaja, pasangan yang sudah menikah puluhan tahun pun masih bisa mengalami puber kedua. Jika masa puber saat remaja dipengaruhi ketertarikan fisik, maka puber kedua lebih cenderung tertarik pada sikap orang lain terhadap dirinya.

Banyak yang telah menyebutkan bahwa puber kedua terjadi pada umur ke 40. Hal ini memang cukup benar, mengingat banyaknya kasus perselingkuhan bagi pasangan yang sudah berumur 40 hingga 50an tahun.

Banyak faktor yang memengaruhi terjadinya masa puber kedua. Mulai dari timbulnya permasalahan bersama pasangan atau lingkungan disekitarnya. Dalam hal ini faktor masalah bersama pasangan memiliki pengaruh yang besar dibanding pengaruh lingkungan.

Permasalahan bersama pasangan misalnya adalah rasa bosan atau perasaan tertekan karena sikap pasangan yang tak lagi pengertian. Faktor lingkungan juga turut mendukung terjadinya ‘puber kedua’ dengan dimulainya ketertarikan terhadap orang lain.

  • Sulit Mengekspresikan Perasaan

Ini mungkin permasalahan yang hanya bisa dirasakan oleh masing-masing individu. Namun, permasalahan ini sering terjadi pada pria yang sudah berumur setengah baya. Berbeda dengan wanita yang masih tetap lancar dalam mengekspresikan perasaannya.

Pria yang sulit mengekspresikan perasaannya cenderung akan diam ketika berada dalam tekanan. Dalam hal ini dia bukannya tidak peduli, tetapi baginya terlalu rumit untuk mengemukakan perasaan yang dialami.

Jika hal ini terjadi tentu saja diperlukan seorang pasangan yang dapat mengerti keadaan si pria. Bukan terus menekannya dengan mencerca berbagai pertanyaan yang justru memojokkannya. Ketika perasaan benar-benar terasa penuh dan sulit dikatakan, biasanya tidak mungkin si pria akan memuntahkan ekspresi seperti wanita, misal menangis. Pria akan memilih memendam perasaan tersebut. Namun, jika dibiarkan terlalu lama akan berujung pada ketidakharmonisan hubungan karena rasa tidak nyaman.

Selain dengan melakukan ikhtiar lahiriah dengan tips yang saya sebutkan tadi. Anda juga bisa menggunakan sarana minyak pelet untuk meningkatkan daya pesona Anda. Sehingga hubungan asmara Anda dengan pasangan senantiasa harmonis dan romantis.

115 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini