Bagaimana Seharusnya Memilih Pria untuk Dijadikan Suami?

Merupakan ketentuan Yang Maha Kuasa, bila laki-laki diciptakan Tuhan berasal dari gen yang kompetitif. Ketika masih dalam wujud sperma, sel reproduksi laki-laki ini membawa sifat dasar berkompetisi. Untuk bisa mencapai sel telur, satu sperma harus berkompetisi dengan jutaan bahkan milyaran sperma yang lain untuk mendapatkan kehormatan sebagai sel yang bisa membuahi sel telur dari perempuan. Maka tidak perlu heran bila laki-laki karakter dasarnya memang suka sesuatu hal yang sifatnya berkompetisi.

Lihat saja saat masa kanak-kanak, sisi kompetitif laki-laki ini terlihat dari permainan yang mereka mainkan. Umumnya anak laki-laki lebih memilih permainan-permainan yang karakternya persaingan. Sedangkan anak perempuan lebih memilih permainan yang karakternya kerjasama.

Laki-laki selalu identik dengan jantan, kuat, lincah, dan pemberani. Sayangnya, laki-laki tidak didesain Tuhan sebagai makhluk berkemampuan multitasking atau mampu mengerjakan persoalan yang berbeda dalam satu waktu.

Berbeda dengan perempuan, meski sejak zaman A hingga Z dianggap sebagai makhluk Tuhan paling gemulai, lembut, dan lemah, pada kenyataannya perempuan memiliki talenta dasar sebagai makhluk multitasking. Sebagai perempuan justru pekerjaan yang dijalaninya lebih berat dibanding laki-laki.

Ibu rumah tangga yang benar-benar Ibu rumah tangga, bukan Ibu rumah tangga yang tugas-tugasnya diwakilkan pembantu.

Ternyata memiliki beban yang sangat besar mengurus rumah, selain sebagai asisten pribadi suaminya, ia juga harus mengambil peran sebagai manajer kebersihan, manajer keuangan, juru masak, pengasuh dan pendidik bagi anak-anaknya dan juga peran lainnya yang tentu tidak mungkin itu dikerjakan sendiri oleh laki-laki.

Siapa pun tahu karakter setiap laki-laki itu berbeda-beda. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun demikian beragam karakternya. Penting untuk Anda ingat, carilah laki-laki yang mampu bertanggung jawab dan mampu memimpin. Jangan hanya sekedar yang tangguh di luar, tapi lembek di dalam. Jangan hanya penampilan garang, tapi karakternya pemalas dan dan loyo.

Jangan mencari pasangan yang seperti singa jantan. Anda tentu tahu singa. Si Raja rimba yang oleh umumnya orang dilambangkan sebagai kegagahan, keperkasaan, kejantanan, dan lambang-lambang maskulin lainnya. Memang, singa tampak garang di luar.

Tangguh, kuat, berbahaya, menguasai, dan memimpin. Singa jantan memiliki otoritas memimpin singa betina, ini sangat naluriah dan terjadi pada hampir setiap makhluk hidup. Jantan memimpin betina.

Singa jantan akan mengaum manakala otoritas wilayahnya dilanggar oleh binatang lain atau pejantan lain. Ia berjalan berlenggak-lenggok dengan bulu-bulu lebat di sekitar kepalanya, seolah dialah yang paling kuat. Tidak ada yang bisa menandingi kekuatannya.

Setidaknya gambaran seperti itulah yang sering diperlihatkan singa jantan. Namun dibalik itu, singa jantan tidak lebih dari sekedar binatang pemalas dan manja.

Dibanding berburu untuk memberi nafkah anak dan pasangannya, singa jantan lebih memilih menghabiskan waktu untuk tidur, buang air, dan berhubungan seksual. Sedangkan urusan mencari makan lebih banyak dibebankan kepada singa betina.

Singa jantan hanya berdiri di balik semak, kemudian mengaum dan meraung untuk menakut-nakuti mangsanya. Selanjutnya singa betina yang harus berjibaku dengan mangsanya. Setelah mangsa berhasil diterkam, singa jantan muncul dari belakang semak bak pahlawan dan memakan hasil buruan si betina dengan rakus.

Tentu Anda tidak ingin mendapatkan pasangan yang karakternya tak jauh beda bahkan sama persis seperti si singa jantan itu, bukan? Sayangnya, di luar sana banyak sekali karakter pria yang mirip seperti singa jantan. Sok keren di luar, tapi nol besar di dalam.

Tidak mampu memimpin apalagi menjadi panutan yang baik bagi perempuan. Maka dari itu, bagi Anda yang masih berkesempatan menyeleksi pasangan, maka manfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

Begitu juga, bagi Anda yang sudah mempunyai pasangan, paling tidak dengan membaca buku ini Anda tahu bagaimana karakter yang baik .

Sebagai catatan untuk Anda, jika Anda sudah melakukan upaya untuk mendapatkan cinta pria idaman atau untuk mendapatkan calon suami idaman. Tapi tak juga mendapatkan calon suami idaman, Anda bisa menggenapi ikhtiar lahiriah Anda dengan sarana minyak pelet.

Minyak wangi khusus yang khasiatnya untuk meningkatkan pancaran aura Anda. Sehingga Anda pun tampil memikat di hadapan lawan jenis. Dengan begitu kesempatan mendapatkan hati pria idaman akan semakin mudah.

156 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini